Cara Melakukan Speedtest Otomatis Berulang di Linux
Buat yang sering tes koneksi internet di Linux, pasti pernah ngerasain capek buka browser, klik speedtest, nunggu selesai, lalu ulang lagi. Kalau cuma sekali dua kali sih oke, tapi kalau mau ngetes stabilitas jaringan, fluktuasi kecepatan, atau bukti ke ISP, cara manual jelas nggak efektif.
Untungnya di Linux, speedtest bisa dijalankan otomatis dan berulang langsung dari terminal.
Artikel ini ngebahas cara melakukan speedtest otomatis di Linux, mulai dari yang paling simpel sampai yang lebih aman biar tidak kena blok.
Jenis Speedtest di Linux yang Perlu Diketahui
Sebelum masuk ke teknis, penting untuk tahu bahwa di Linux ada dua jenis speedtest yang sering ketuker:
-
speedtest-cli (Python)
-
Biasanya sudah terpasang di sistem
-
Perintahnya
speedtest -
Server komunitas
-
Cocok untuk tes cepat
-
-
Speedtest resmi Ookla (binary)
-
Lebih akurat dan konsisten
-
Bisa lock server dengan lebih stabil
-
Tidak selalu tersedia via repo distro lama
-
Di banyak server Linux, yang terpasang secara default adalah speedtest-cli. Artikel ini fokus ke tool tersebut karena paling umum ditemui.
Speedtest Nonstop Sampai Dihentikan Manual
Kalau tujuannya mau tes terus-menerus sampai dihentikan sendiri, perintahnya sangat sederhana:
Begitu satu speedtest selesai, langsung lanjut ke test berikutnya.
Untuk menghentikan proses, cukup tekan CTRL + C.
Cara ini cocok untuk:
-
Stress test koneksi
-
Melihat drop kecepatan saat jaringan penuh
Tapi perlu dicatat, metode ini sangat agresif dan sering berujung ke error karena dianggap abuse oleh server speedtest.
Speedtest Otomatis Selama 10 Menit
Kalau ingin lebih terkontrol, misalnya hanya berjalan selama 10 menit, bisa pakai fitur bawaan Bash:
Penjelasannya sederhana:
-
SECONDSadalah variabel bawaan Bash yang menghitung waktu sejak shell aktif -
600 detik = 10 menit
-
Loop akan berhenti otomatis saat waktu habis
Cara ini cocok untuk:
-
Tes jaringan di jam tertentu
-
Monitoring singkat tanpa harus ditinggal lama
Kenapa Kadang Muncul Error 403 di Akhir Test?
Error seperti ini sering muncul:
Ini bukan error Linux, bukan juga bug script. Penyebabnya biasanya:
-
Speedtest dijalankan terlalu sering
-
Server menganggap trafik sebagai automation berlebihan
-
IP terkena rate limit sementara
Solusinya bukan ganti server, tapi atur jeda antar test.
Speedtest Otomatis yang Lebih Aman
Supaya tidak kena blok, tambahkan jeda antar speedtest:
Dengan jeda 30 detik:
-
Beban ke server lebih wajar
-
Risiko error 403 jauh berkurang
-
Hasil lebih realistis untuk pemakaian harian
Kalau mau lebih aman lagi, jeda bisa ditambah jadi 60 detik.
Menyimpan Hasil Speedtest ke File Log
Untuk keperluan dokumentasi atau bukti ke ISP, hasil speedtest bisa disimpan ke file:
File log bisa dipantau secara realtime dengan:
Catatan Penting Soal Akurasi
Speedtest otomatis bukan untuk mencari “kecepatan tertinggi”, tapi untuk:
-
Melihat kestabilan koneksi
-
Membandingkan jam sibuk vs jam sepi
-
Membuktikan fluktuasi jaringan
Kalau speedtest dijalankan terus-menerus, hasil wajar kalau makin turun karena bandwidth sedang dipakai penuh oleh proses test itu sendiri.
Kesimpulan
Linux sangat fleksibel untuk melakukan speedtest otomatis tanpa klik manual. Dengan Bash script sederhana, kita bisa:
-
Menjalankan speedtest nonstop
-
Membatasi durasi test
-
Menghindari blok server
-
Menyimpan hasil ke file log
Kuncinya bukan di seberapa sering test dijalankan, tapi bagaimana mengatur interval yang masuk akal.
Buat monitoring jaringan, pendekatan otomatis seperti ini jauh lebih efektif dibanding tes manual lewat browser.
