Hot!

Cara Melakukan Speedtest Otomatis Berulang di Linux


 



Cara Melakukan Speedtest Otomatis Berulang di Linux 

Buat yang sering tes koneksi internet di Linux, pasti pernah ngerasain capek buka browser, klik speedtest, nunggu selesai, lalu ulang lagi. Kalau cuma sekali dua kali sih oke, tapi kalau mau ngetes stabilitas jaringan, fluktuasi kecepatan, atau bukti ke ISP, cara manual jelas nggak efektif.

Untungnya di Linux, speedtest bisa dijalankan otomatis dan berulang langsung dari terminal.

Artikel ini ngebahas cara melakukan speedtest otomatis di Linux, mulai dari yang paling simpel sampai yang lebih aman biar tidak kena blok.


Jenis Speedtest di Linux yang Perlu Diketahui

Sebelum masuk ke teknis, penting untuk tahu bahwa di Linux ada dua jenis speedtest yang sering ketuker:

  1. speedtest-cli (Python)

    • Biasanya sudah terpasang di sistem

    • Perintahnya speedtest

    • Server komunitas

    • Cocok untuk tes cepat

  2. Speedtest resmi Ookla (binary)

    • Lebih akurat dan konsisten

    • Bisa lock server dengan lebih stabil

    • Tidak selalu tersedia via repo distro lama

Di banyak server Linux, yang terpasang secara default adalah speedtest-cli. Artikel ini fokus ke tool tersebut karena paling umum ditemui.


Speedtest Nonstop Sampai Dihentikan Manual

Kalau tujuannya mau tes terus-menerus sampai dihentikan sendiri, perintahnya sangat sederhana:

while true; do speedtest; done

Begitu satu speedtest selesai, langsung lanjut ke test berikutnya.
Untuk menghentikan proses, cukup tekan CTRL + C.

Cara ini cocok untuk:

  • Stress test koneksi

  • Melihat drop kecepatan saat jaringan penuh

Tapi perlu dicatat, metode ini sangat agresif dan sering berujung ke error karena dianggap abuse oleh server speedtest.


Speedtest Otomatis Selama 10 Menit

Kalau ingin lebih terkontrol, misalnya hanya berjalan selama 10 menit, bisa pakai fitur bawaan Bash:

END=$((SECONDS+600)) while [ $SECONDS -lt $END ]; do speedtest done

Penjelasannya sederhana:

  • SECONDS adalah variabel bawaan Bash yang menghitung waktu sejak shell aktif

  • 600 detik = 10 menit

  • Loop akan berhenti otomatis saat waktu habis

Cara ini cocok untuk:

  • Tes jaringan di jam tertentu

  • Monitoring singkat tanpa harus ditinggal lama


Kenapa Kadang Muncul Error 403 di Akhir Test?

Error seperti ini sering muncul:

Cannot retrieve speedtest configuration ERROR: HTTP Error 403: Forbidden

Ini bukan error Linux, bukan juga bug script. Penyebabnya biasanya:

  • Speedtest dijalankan terlalu sering

  • Server menganggap trafik sebagai automation berlebihan

  • IP terkena rate limit sementara

Solusinya bukan ganti server, tapi atur jeda antar test.


Speedtest Otomatis yang Lebih Aman

Supaya tidak kena blok, tambahkan jeda antar speedtest:

END=$((SECONDS+600)) while [ $SECONDS -lt $END ]; do speedtest sleep 30 done

Dengan jeda 30 detik:

  • Beban ke server lebih wajar

  • Risiko error 403 jauh berkurang

  • Hasil lebih realistis untuk pemakaian harian

Kalau mau lebih aman lagi, jeda bisa ditambah jadi 60 detik.


Menyimpan Hasil Speedtest ke File Log

Untuk keperluan dokumentasi atau bukti ke ISP, hasil speedtest bisa disimpan ke file:

END=$((SECONDS+600)) while [ $SECONDS -lt $END ]; do echo "==== $(date) ====" >> speedtest.log speedtest >> speedtest.log sleep 30 done

File log bisa dipantau secara realtime dengan:

tail -f speedtest.log

Catatan Penting Soal Akurasi

Speedtest otomatis bukan untuk mencari “kecepatan tertinggi”, tapi untuk:

  • Melihat kestabilan koneksi

  • Membandingkan jam sibuk vs jam sepi

  • Membuktikan fluktuasi jaringan

Kalau speedtest dijalankan terus-menerus, hasil wajar kalau makin turun karena bandwidth sedang dipakai penuh oleh proses test itu sendiri.


Kesimpulan

Linux sangat fleksibel untuk melakukan speedtest otomatis tanpa klik manual. Dengan Bash script sederhana, kita bisa:

  • Menjalankan speedtest nonstop

  • Membatasi durasi test

  • Menghindari blok server

  • Menyimpan hasil ke file log

Kuncinya bukan di seberapa sering test dijalankan, tapi bagaimana mengatur interval yang masuk akal.

Buat monitoring jaringan, pendekatan otomatis seperti ini jauh lebih efektif dibanding tes manual lewat browser.

Banner IDwebhost
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment