Hot!

Kumpulan Semua Artikel

Campuran Semua Kategori Artikel
Showing posts with label mistery. Show all posts
Showing posts with label mistery. Show all posts

Misteri Lukisan Suku Aborigin Berusia 60.000 Tahun

 



Mozunote.com-Lukisan Wandjina melambangkan Roh Agung pencipta bumi dan manusia menurut kepercayaan masyarakat Worora, Ngarinyini dan Wunumbuli. Lukisan-lukisan ini tersebar di seluruh wilayah Kimberley di barat laut Australia,  tempat  budaya dan hukum tradisional yang berusia setidaknya  60.000 tahun  masih dipraktikkan. 


Menurut Ancient Origins, mereka (Worora, Ngarinyin, dan Wunumbul) adalah penjaga seni figuratif tertua yang dikenal di  Kimberley. Aspek menarik dari seni figuratif yang dilukis di bebatuan di dalam gua adalah bagaimana mereka menggambarkan Wandjina.  


Roh tersebut digambarkan memiliki wajah putih tanpa mulut, mata hitam besar dan kepala yang memancarkan "halo" atau memakai helm. Tokoh-tokoh dalam lukisan kuno ini mendapat berbagai  interpretasi, seperti orang atau burung hantu, bahkan astronot kuno. 


Menurut teori astronot kuno, wandjin adalah makhluk  luar angkasa yang melakukan kontak langsung dengan penduduk asli ribuan tahun yang lalu. Beberapa  percaya bahwa alien memainkan peran langsung dalam penciptaan,  tercermin tidak hanya dalam kisah mimpi kepercayaan adat, tetapi juga dalam mitos dan legenda  banyak peradaban kuno di seluruh dunia. Perhatikan bahwa Dreamtime adalah kepercayaan Aborigin Australia tentang  penciptaan dunia dan segala isinya. 


Oleh karena itu, wajar jika menganggap Wandji dan citra stereotip alien yang sering ditampilkan dalam film dan karya seni itu serupa. Kebingungan ini menimbulkan banyak pertanyaan, seperti mengapa Wandjini dicat putih sedangkan suku Aborigin Australia seluruhnya hitam? Mengapa mata Wandjina selalu dilukis  proporsional dengan wajah dan hidungnya? Mengapa mereka semua dicat tanpa mulut?  


Sejauh ini hanya ada dua penjelasan  mengapa  Wandjina tidak memiliki mulut. Yang pertama adalah  mereka sangat kuat sehingga mereka tidak perlu berbicara. Kedua, kepercayaan suku-suku tersebut percaya bahwa jika Wandjina memiliki mulut, hujan tidak akan  berhenti. Namun, yang paling mengejutkan dan mempesona adalah cerita lisan Wandjina, yang, seperti semua cerita pribumi, diturunkan dari generasi ke generasi, Masa Impian. 


Wandjina dikatakan sebagai "makhluk surga" atau "roh awan" yang turun dari surga selama penciptaan dan menciptakan bumi dan semua penghuninya. Kemudian Wandjina melihat orang-orang di negeri itu dan menyadari besarnya tugas,  kembali ke rumah untuk membawa lebih banyak Wandjina. 




Dengan bantuan Ular Mimpi, Wandjina turun dan menghabiskan waktu  penciptaan untuk menciptakan, mengajar, dan menjadi dewa bagi penduduk asli. Setelah beberapa saat, Wandjina menghilang. 


Mereka turun ke bumi dan dari sana menetap di dasar setiap sumber air yang berhubungan dengan lukisan itu. Di sana mereka terus-menerus melahirkan "anak benih" baru yang diyakini sebagai sumber  kehidupan manusia. Beberapa Wandjina juga telah kembali ke langit dan kini dapat dilihat pada malam hari saat cahaya  bergerak di atas Bumi. Suku Aborigin  Kimberley juga percaya bahwa bahkan setelah mereka menghilang, Wandjin mengendalikan semua yang terjadi di darat, langit, dan laut. Kisah penciptaan dan penguburan gua sering  dianggap  sebagai mitos daripada kenyataan. Namun, penemuan arkeologis baru-baru ini telah mengkonfirmasi apakah beberapa cerita Dreamtime itu mitos atau tidak. 


Misalnya, cerita  tentang mamalia besar yang hidup di bumi pernah dianggap fantasi. Namun, penemuan fosil hewan "megafaunal", termasuk karnivora raksasa, menegaskan bahwa kisah-kisah tersebut adalah peristiwa nyata yang telah diturunkan dari generasi ke generasi selama puluhan ribu tahun. 


Artefak kuno yang menarik dan tentunya kontroversial telah ditemukan di wilayah geografis di sana, menandakan bahwa wilayah tersebut telah dihuni sejak 174.000 SM. Penemuan ini bertentangan dengan teori bahwa orang Aborigin tiba di Australia dari benua Afrika  sekitar 60.000 tahun yang lalu. Bahkan ilmuwan lain berspekulasi bahwa Homo sapiens sebenarnya berasal dari Australia. 


Saat ini, Wandjina masih dipuja oleh masyarakat adat Worora, Ngarinyini dan Wunumbul, dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh melukisnya. Dikatakan bahwa pelanggar di Wandjina dapat dihukum dengan banjir, guntur dan angin topan, dan lukisan Wandjina diyakini memiliki kekuatan tersebut. Karena itu, menurut masyarakat adat, Wandjina harus selalu diperlakukan dengan hormat.







Misteri Bentuk Tengkorak Manusia Alien di Peru

 

Mozunote.com Misteri Bentuk Tengkorak Manusia Alien di Peru



Misteri Tengkorak Aneh di Peru 


 Ketika para arkeolog menemukan tengkorak-tengkorak panjang yang aneh  di beberapa bagian dunia, segera terungkap bahwa tengkorak-tengkorak ini benar-benar milik makhluk luar angkasa, di masa lalu, pernah mengunjungi Bumi. Apakah tepat? 


 Saya sering ditanyai tentang tengkorak ini. Tapi kali ini saya memutuskan untuk mempostingnya. Tengkorak ini telah menyebabkan banyak kesalahpahaman karena bentuknya yang aneh dan tidak biasa. Namun, pada kenyataannya, ada penjelasan yang masuk akal untuk keberadaannya. 


 Tengkorak Panjang 


 Tengkorak misterius ini, yang dikenal sebagai Tengkorak Panjang atau Tengkorak Memanjang, menjadi dikenal luas ketika Robert Connolly menerbitkan foto-foto yang diambilnya dari seluruh dunia. 






 Sebagian besar tengkorak  ini ditemukan di Peru di antara tengkorak suku Inca lainnya. Oleh karena itu, tengkorak memanjang ini juga dikenal sebagai tengkorak Peru atau tengkorak Inca. 


 Tengkorak serupa telah ditemukan di banyak negara lain di seluruh dunia, di Jerman, Prancis, Mesir, Afrika, dan baru-baru ini di Siberia. Menariknya, di Mesir, kita bisa menemukan relief pada bangunannya yang menunjukkan adanya sosok berkepala panjang seperti ini. 


 Contohnya adalah Ratu Nefertiti yang terkenal. Belakangan, rekonstruksi yang dilakukan pada kepala Raja Tutankhamun juga mengungkapkan bahwa raja memiliki bentuk kepala memanjang mirip dengan Nefertiti. 


 Untuk waktu yang lama, banyak yang percaya bahwa orang Mesir  membangun piramida dengan bantuan makhluk luar angkasa. Adanya relief ini membuat semakin  banyak orang yang percaya bahwa beberapa tokoh terkenal Mesir  adalah keturunan makhluk luar angkasa. 


 Relief yang menggambarkan Ratu Nefertiti dengan topi besar 



Raja Tutankhamun dengan kepala memanjang 



Meskipun koleksi Peru adalah yang paling terkenal di dunia,  tengkorak Peru yang diperkirakan berusia sekitar 1.000 tahun  bukanlah sebuah kotak Tengkorak terpanjang yang pernah ditemukan. 


Pada tahun 1982, para peneliti menemukan tengkorak yang mereka pikir milik seorang manusia Neanderthal yang berasal dari tahun 


5.000 SM di gua Shanidar di Irak. Ini menjadikan tengkorak di Gua Shanidar sebagai tengkorak terpanjang yang pernah ditemukan. 


Karena ciri khasnya, spekulasi telah berkembang tentang asal-usulnya. 


Jadi benarkah tengkorak ini milik  alien atau makhluk misterius? Bab 


 

Dari mana tengkorak ini berasal? 


 Beberapa ahli urologi percaya bahwa tengkorak ini milik makhluk luar angkasa atau hibrida luar angkasa. Namun tentu saja teori ini tidak dapat dibuktikan karena argumen ini juga didasarkan pada teori lain (teori astronot kuno) yang juga belum terbukti. 


 Kemudian, peneliti lain mengemukakan kemungkinan bahwa tengkorak itu  milik spesies manusia tertentu yang  memiliki fitur kepala seperti itu. Masalahnya, bagaimanapun, adalah bahwa tengkorak memanjang umum terjadi di banyak bagian dunia. Hal ini membuat teori ini  semakin tidak mungkin karena penyebaran ras di masa lalu sangat terbatas. Toh, hingga saat ini, para peneliti belum bisa mengidentifikasi jenis ini. 


 Teori  lain adalah bahwa tengkorak memanjang  mungkin akibat penyakit yang mengubah ukuran kepala. Ini sepenuhnya dapat diterima karena di zaman modern  penyakit seperti itu masih ada. Ini disebut patah tulang tengkorak (Craniosynostosis)




 Tengkorak bayi terdiri dari banyak lempeng tulang. Ruang antara panel ini disebut jahitan. Pada bayi  baru lahir, jahitan ini masih lebar dan belum sepenuhnya tertutup. 


 Jika jahitan menutup sebelum waktunya, otak bayi akan tumbuh ke arah jahitan yang masih terbuka. Dengan demikian, kepala bayi akan mulai memanjang. Ini disebut patah tulang tengkorak. 


 Namun, teori ini juga dipertanyakan karena craniosynostosis tidak dapat menghasilkan kepala yang memanjang  sempurna. Pada banyak tengkorak memanjang yang ditemukan, bentuknya cukup sempurna untuk memberi kesan bahwa kepala sengaja ditata. 


 Jadi sekarang kita akan mempertimbangkan hipotesis lain yang dianggap  jawaban paling masuk akal mengenai asal usul tengkorak ini. 



 (Cranial Binding) - Memodifikasi Bentuk Kepala 


 Menurut teori ini, tengkorak memanjang adalah hasil modifikasi kepala yang disengaja oleh suku-suku kuno. Teknik modifikasi ini disebut Cranial Binding. 


 Praktik ini dulunya cukup umum  di negara-negara Amerika Latin. Namun mulai menghilang ketika  misionaris Kristen memasuki wilayah tersebut. 


 Sebagaimana dicatat, modifikasi tubuh bukanlah sesuatu yang luar biasa dalam tradisi suku-suku kuno di seluruh dunia. Sebagai contoh, kita mungkin mengenal suku Karen di Burma, yang memakai banyak gelang besi di lehernya agar lehernya lebih panjang. Setelah itu, praktik mengikat kaki dipraktikkan pada wanita Tionghoa di masa lalu untuk mengecilkan telapak kaki, dan seterusnya. 


 Berkenaan dengan konektivitas kraniofasial, kita dapat menemukan tradisi ini dimunculkan dalam banyak dokumen kuno. 


Sejarah (Cranial Binding)  


Hippocrates, pada  400 SM. AD, pernah menulis tentang suku yang disebut Macrocephes karena  mereka berlatih mengubah bentuk kepala mereka. 


Selanjutnya, Freidrich Ratzel, dalam bukunya A History of Humans, yang diterbitkan pada tahun 1896, juga menunjukkan adanya tradisi revisionis awal di Tahiti, Samoa, Hawaii, dan New Hebrides. 


Belakangan, suku Hun di Jerman juga mempraktikkan tradisi ini, yang kemudian  diikuti oleh suku-suku taklukan lainnya. Praktik serupa juga dilakukan oleh suku Aborigin di Australia dan beberapa suku asli Amerika seperti Chinookan dan Choctaw. 



 Putri Keluarga Este - Bangsawan Italia abad ke-15 


Jika kita tidak memasukkan tengkorak panjang yang diyakini milik Neanderthal,  mungkin orang Mesirlah yang pertama memodifikasi kepala,  sejak 3000 tahun yang lalu. Kongregasi. Hal ini menjelaskan adanya relief yang menunjukkan beberapa sosok dengan kepala memanjang. 


 Jadi budaya ini cukup mendunia. 


 Cara melakukan Cranial binding


Fusi kranial dilakukan sejak  bayi lahir. Biasanya, mereka akan menggunakan kulit, tali atau kain untuk mengikat kepala bayi selama beberapa tahun ke depan untuk mencapai bentuk yang diinginkan. 




 Cranial Binding 


Modifikasi kepala suku kuno tidak hanya bertujuan untuk menciptakan bentuk kepala yang lebih panjang. Terkadang ada suku yang sangat menginginkan bentuk kepala yang rata. Ini disebut perataan tengkorak atau perataan tengkorak. 



Tengkorak datar 




 Mengapa penjilidan tengkorak dilakukan? 


Umumnya, modifikasi ini dilakukan sebagai tanda keindahan dan sebagai tanda status. Di banyak suku, kepalanya yang panjang menunjukkan bahwa dia berasal dari bangsawan. 


Selain itu, ada suku lain yang percaya bahwa memanjangkan bentuk kepala dapat meningkatkan kecerdasan seseorang dan membawanya lebih dekat ke dunia roh. Salah satu kepercayaan tersebut ditemukan di antara suku-suku di Pulau Tomman, Vanuatu. 


 Jadi, apakah tradisi ini masih ada sampai sekarang? 


 Jawabannya adalah: tentu saja! 

Meskipun teknik ekstrim dari Cranial Binding  telah punah sekitar 100 tahun yang lalu, metode yang lebih moderat masih dapat ditemukan di zaman modern. 


 Cranial Binding di zaman modern  

Jadi saya katakan penjelasan ini lebih masuk akal karena kita masih bisa menemukan contohnya di zaman modern. 

Contohnya termasuk suku Mangbetu di Kongo utara dan suku Zande di Afrika tengah. Dalam kasus suku Mangbetu, koreksi kepala dilakukan sebagai ekspresi kecantikan dan tanda kecerdasan. Mereka melakukan ini dengan mengikat kepala anak mereka dengan tali. Simpul kemudian dikencangkan setiap beberapa bulan untuk menciptakan bentuk kepala yang diinginkan. 








Meskipun ada banyak contoh yang bisa kita lihat, beberapa peneliti masih skeptis tentang teori modifikasi kepala. Menurut mereka, modifikasi yang dilakukan tidak sesuai dengan ukuran tengkorak Peru yang ditemukan. 


Namun, Beatrice Blackwood dan PM Danby, yang telah lama mempelajari transfeksi ujung, percaya bahwa ukuran ujung yang dihasilkan dapat bervariasi tergantung pada metode yang digunakan. Hal ini dapat ditemukan dalam praktik sebuah suku di Papua Nugini, yang tampaknya menggunakan sejumlah metode berbeda untuk membentuk kepala. 


Beberapa metode telah memungkinkan untuk menghasilkan ukuran kepala yang sangat besar seperti tengkorak Peru. 


Kemudian, bukti lain yang mendukung teori ini adalah fakta bahwa tengkorak telah ditemukan di daerah-daerah di mana suku-suku diketahui mempraktikkan pengikatan tengkorak, seperti Peru, Mesir, dan Eropa. 


Jadi saya pikir penjelasan ini lebih masuk akal daripada teori lain yang tidak didukung oleh bukti kuat. 


Satu-satunya pertanyaan yang mungkin masih belum terjawab bagi para peneliti adalah mengapa praktik ini mungkin dipraktikkan di banyak bagian dunia oleh berbagai suku yang dipisahkan oleh wilayah geografis yang berbeda.

 

 Siapa yang mengajari mereka melakukannya? 


 Apakah mereka belajar dari orang yang sama?




Legenda Kota Aztlan Suku Aztec

 


Mozunote.com-Legenda Kota Aztlan Suku Aztec

Mozunote.com- Suku Aztec  Meksiko pernah mendirikan salah satu kerajaan paling kuat di Amerika kuno. Meskipun banyak yang diketahui tentang kerajaan mereka yang  ditemukan di Mexico City saat ini, sedikit yang  diketahui tentang asal-usul budaya Aztec.  


Banyak yang menganggap pulau Aztlan yang hilang sebagai tanah air kuno tempat suku Aztec memulai peradaban mereka sebelum  bermigrasi ke Lembah Meksiko. Beberapa percaya bahwa ini adalah tanah mitos, mirip dengan Atlantis atau Camelot, yang akan ada melalui legenda tetapi tidak  pernah ditemukan dalam keberadaan fisik. Yang lain berpikir itu adalah posisi fisik  yang suatu hari nanti akan ditentukan.  


Pencarian tanah Aztlan berlanjut dari Meksiko barat ke gurun Utah, dengan harapan menemukan pulau legendaris. Namun pencarian ini tidak berhasil, sehingga lokasi dan keberadaan Kota Aztlan yang hilang masih menjadi misteri hingga saat ini. 


Mozunote.com-Legenda Kota Aztlan Suku Aztec



 Pembentukan peradaban di Aztlan berakar pada legenda. Menurut legenda Nahuatl,  tujuh suku  pernah tinggal di Chicomoztoc - "di mana ada tujuh gua." Suku-suku ini mewakili tujuh kelompok Nahua: Acolhua, Chalca, Mexica, Tepaneca, Tlahuica, Tlaxcalan dan Xochimilca (sumber yang berbeda memberikan variasi pada nama tujuh kelompok). Tujuh kelompok, yang berbicara dalam bahasa yang sama, meninggalkan gua masing-masing dan menetap di sebuah kelompok di dekat Aztlan. 


 Kata Aztlan berarti “tanah utara; tanah tempat kami orang Aztec datang. Konon akhirnya penduduk Aztlan dikenal sebagai suku Aztec, yang kemudian bermigrasi dari Aztlan ke Lembah Meksiko. Migrasi suku Aztec dari Aztlan ke Tenochtitlan adalah bagian yang sangat penting dari sejarah Aztec. Itu dimulai pada 2 Mei 106,  tahun kalender Aztec pertama. 


 Sejauh ini, keberadaan  pulau yang disebut Aztlan  belum dikonfirmasi. Banyak orang telah mencari negara ini, dengan harapan  lebih memahami asal-usul suku Aztec, dan mungkin  pemahaman yang lebih baik tentang sejarah kuno Meksiko. Namun, seperti kota hilang lainnya, tidak jelas apakah Aztlan pernah ditemukan.



Misteri Kota Kuno El Tajin

 


Mozunote.com-ElTajin


Mozunote.com- Dalam beberapa dekade terakhir, banyak kota yang hilang telah ditemukan oleh para arkeolog atau  penjelajah. Salah satu yang paling misterius adalah kota kuno El Tajín di negara bagian Veracruz, Meksiko. 


 Kota ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1990-an karena semua monumen  El Tajín, termasuk lanskap sekitarnya,  hampir tidak berubah selama berabad-abad. Kota ini tersembunyi dari manusia oleh hutan tropis. 


 Kota ini dibangun dan dihuni antara 800 SM dan 1200 M oleh budaya yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh  Olmec, meskipun identitas aslinya tidak diketahui. Beberapa percaya bahwa mereka adalah nenek moyang dari Toltec atau bahwa mereka adalah cabang dari bangsa Maya yang perkasa. Beberapa bukti menunjukkan bahwa  pembangun El Tajín adalah nenek moyang  Huastec, yang masih tinggal di negara bagian Veracruz. 


 Bukti arkeologis menunjukkan bahwa El Tajin adalah kota kaya dan  ibu kota kerajaan yang menguasai sebagian besar  barat daya Meksiko. Kota ini memiliki jaringan komersial yang luas dan merupakan kota multi-etnis. 


 Pada puncaknya, sekitar 20.000 orang tinggal di El Tajín, sebagian besar di perbukitan sekitarnya. Kota  dan daerah pedalamannya selamat dari keruntuhan sosial pada periode Klasik, dan El Tajín terus berkembang. 


Mozunote.com-ElTajin


 Namun, pada tahun 1300, kota itu diserang oleh orang-orang nomaden yang disebut Chitimec, yang tinggal di tempat yang sekarang disebut Meksiko utara. Kota itu sebagian dihancurkan dan ditinggalkan, dan penduduknya mendirikan kota lain tidak jauh. 

 Kutipan dari Ancient Origins, kota terbengkalai yang dikenal oleh  Toltec,  kemudian  Aztec. Mereka mengasosiasikan reruntuhan kota  dengan dunia supranatural dan  orang mati. Setelah penaklukan Spanyol, kota itu terlupakan. Ini mungkin terkait dengan kejatuhan Huastec karena perang dan penyakit. 


 Menemukan Kembali Kota El Tajín yang Hilang 


 El Tajín yang terbengkalai dan terlupakan terletak di dataran tinggi semi-tropis dan akan segera ditumbuhi tanaman. Kota ini tersembunyi di dalam hutan  dan baru ditemukan pada tahun 1785 oleh seorang pejabat pemerintah yang sedang mencari perkebunan tembakau ilegal. 


 Berita tentang penemuan kota yang hilang ini sangat sensasional, tetapi baru pada abad ke-20 kota itu ditemukan. Penemuan minyak membuka daerah itu bagi para arkeolog, yang bersama dengan yang lain, membuka hutan yang mengelilingi kota yang hilang. Sampai saat ini, hanya 50 situs yang telah ditemukan dan dinyatakan sebagai Taman Arkeologi Nasional untuk melindungi banyak reruntuhannya. 


 Bagian kota tertua  adalah kelompok Aroyo, yang merupakan alun-alun yang dikelilingi oleh serangkaian piramida berundak yang  ditemukan di hutan. Di bagian atas alun-alun ini adalah kuil. 


Mozunote.com-ElTajin


 Sampai kota  jatuh, alun-alun ini dulunya merupakan pasar, yang juga menyimpan banyak patung. Mungkin struktur terpenting di El Tajín adalah Piramida Relung. Piramida mengambil namanya dari banyak relung di setiap tingkat dan mewakili gua yang mewakili gerbang  dunia bawah. Bangunannya terbuat dari batu ubin besar dan memiliki tujuh lantai. Ini terdiri dari tiga lereng dan  dinding vertikal, khas Mesoamerika. 

 Yang membedakan piramida ini dari piramida kecil lainnya adalah penggunaan penopang terbang. Banyak ahli percaya bahwa piramida ini pernah dicat merah, di atasnya ada patung dewa yang sangat besar. Tidak seperti candi lainnya, Candi Hijau yang konon dicat dengan bubuk biru ini tidak memiliki penopang terbang. 


 Bagian penting lainnya dari kota ini adalah Tajín Chico, yang merupakan kompleks bangunan, beberapa di antaranya bersifat administratif. Ini semua terpelihara dengan baik dan juga terbuat dari batu paving besar.




Mistery Siapakah Jack The Reaper Sebenarnya

 




Mozunote.com Alkisah berawal di tahun 1888 kengerian kasus pembunuhan di London inggris, tepatnya di daerah whitechapel, daerah  miskin yang dihuni oleh banyak wanita tuna susila. Terjadi banyak kasus pembunuhan yang dimana korban nya adalah para wanita tunasusila korban meninggal dengan kondisi mengenaskan dimana tubuhnya terkoyak, badahnya terbelah dan organ-orga tubuhnya tersayat.

Kasus demi kasus terjadi sampai akhirnya ada sebuah  surat yang dikirimkan orang yang tidak dikenal yang diterima oleh George Lusk dari Whitechapel Vigilance Committee (Komite Kewaspadaan Whitechapel). surat tersebut  berisi organ dalam manusia yang diawetkan dari orang yang tidak dikenal yang mengaku melakukan pembunuhan tersebut dengan mengirimkan teka teki yang sangat susah dipecahkan itulah awal dari kasus jack The Reaper.

Berbagai Teori bahkan ratusan teori mengenai siapa sebenarnya si Jack The Reaper ini sampai saat ini tidak bisa dipecahkan, bahkan mungkin jika terjadi dimasa modern seperti sekarang, dalam mengungkap misteri ini pihak kepolisian london telah memeriksa leebih dari 2.000 orang diwawancarai dan "hampir 300 orang" diinvestigasi, dan 80 di antaranya ditahan dari berbagai profesi mulai dari ahli bedah, tukang daging, tukang jagal dan dokter.

Seorang Ahli bedah dari kepolisian Thomas Bond setelah melakukan berbagai penelitian terhadap para korban mutilasi dalam kasus whitechapel di london ini ia berpendapat ;

Kelima pembunuhan ini tidak diragukan lagi dilakukan oleh tangan yang sama. Dalam empat pembunuhan pertama, tenggorokan korban digorok dari kiri ke kanan. Dalam kasus terakhir, luka mutilasi yang begitu luas menjadi mustahil untuk menentukan arah potongannya, namun darah arteri ditemukan memercik di dinding tempat kepala si wanita seharusnya berbaring.

Keadaan di sekitar lokasi pembunuhan membuat saya berpendapat bahwa wanita-wanita ini dibaringkan saat dibunuh, dan dalam setiap kasus, tenggorokan korban adalah bagian yang pertama kali dipoton

Dari sisni kita bisa berkesimpulan bahwa kejeniusan seorang pembunuh yang menguasai anatomi tubuh manusia dengan tingkat keterampilan tinggi dibidang bedah menjadikan banyak spekulasi bahwa jack adalah seorang dokter bedah, namun sosoknya yang tersembunyi dan tidak terdeteksi menjadikannya seperti seorang hantu yang bergentayangan ditengah gelap malam senyap tanpa terdeteksi, sampai saat ini belum diketahui siap sebenarnya pembunuh berantai ini bagaimana pendapatmu ?






Misteri Ledakan di Beirut Libanon

 



Bersumber dari Media Kompas dan BBC Indoensia ,

Ditengah Pandemic corona yang berkepanjangan, tak disangka sangka terjadi ledakan Super Besar dan Dahsyat dari timur tengah, tepat nya di Kota Beirut Negara Libanon, ledakan yang berkekuatan 1/5 kali bom atom yang dijatukan di jepang pada perang dunia ke 2 itu sanggup terdengar sampau ratusan Kilo meter dan berdampak getaran gempa sampai sejauh 10km.
tak sedikit korban jiwa berjumlah ratusan dab ribuan lainya luka-luka akibat kejadian ini, yang jadi pertanyaanya adalah, bagai mana ini bisa terjadi.
 
2750 ton Amonium Nitrat yaitu barang hasil sitaan yang merupakan bahan pupuk tesimpan dalam gudang yang mengalami kebakaran hebat yang akhirnya meledak denga kekuatan yang sangat besar;

berikut perbandingannya ;

Jeffrey Lewis, seorang ahli senjata nuklir dan konvensional di Middlebury Institute of International Studies di California, memperkirakan energi ledakan yang dihasilkan antara 200 sampai 500 ton TNT. "Ini berdasar kerusakan akibat ledakan, gelombang kejut, sinyal seismik, dan ukuran kawah," kata Lewis dilansir dari Science Alert, Kamis (6/8/2020). 

Daya ledak sebesar itu setidaknya dua kali lipat lebih besar dari Ledakan Udara Senjata Besar GBU-43/B yang dijuluki "Ibu dari Semua Bom", senjata non-nuklir terkuat di gudang senjata AS dengan ledakan sekitar 11 ton.

Dengan energi ledakan beberapa ratus ton TNT, ledakan di Lebanon puluhan kali lebih kuat dari bom atom yang menghancurkan Hiroshima, yang diperkirakan menghasilkan sekitar 15 kiloton. 

Daya ledaknya sebanding dengan hasil terendah bom gravitasi nuklir B61 yang diyakini memiliki daya ledak sekitar 300 ton. Beberapa ahli memperkirakan energi ledakan di Beirut, Lebanon, setara 1-2 kiloton. 

Energi sebesar ini lebih kuat daripada beberapa nuklir taktis AS yang lebih kecil. "Perbandingannya seperti itu," kata Hans Kristensen, seorang ahli persenjataan nuklir dari Federasi Ilmuwan Amerika, kepada Insider.



Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ledakan di Lebanon, Seberapa Besar Energinya Dibandingkan Bom Nuklir?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/06/131133023/ledakan-di-lebanon-seberapa-besar-energinya-dibandingkan-bom-nuklir?page=all.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

banyak spekulasi mengenai kejadian ini, mulai dari kejadian kecelakaan biasa sampai teori konspirasi yang diduga sengaja diledakan oleh seseorang akibat dari memanasnya hubungan Amerika vs Iran di timur tengah.


Berikut foto-foto Kejadian tersebut





Bangunan Sebesar Ini Rata Dengan Tanah..

Rata dengan Tanah

Tampat yang jauh dari lokasi pun terdampak oleh ledakan ini
Mesjid dan gerejapun tak luput dari ledakan dahsyat ini





Orang ini Sanggup Menyentuh Besi Cair Dengan PANAS Ribuah Derajat


Mozunote.com - Dudunia ini banyak sekali Misteri yang kadang tidak masuk akal dicerna akal sehat,  di indonesia sendiripun banyak hal yang bersifat spiritual dan magis yang kadang sebenarnya itu semua bisa dijelaskan secara ilmiah. Banyak sekali didunia ini manusia yang menampilkan ketangkasan, kebal senjata tajam dan kekuatan lainya yang dianggap tidak normal namun tidak hanya di Indonesia atau di asia saja orang-orang seperti itu muncul dibelahan duni lain pun sepertinya muncul orang-orang nekat tidak punya rasa takut seperti orang ini yang berani mecelupkan tangannya kedalam koncoran besi panas cair dimana besi bisa cair tentunya suhunya diatas ribuan derajat namun anehnya tangan nya tidak terluka sedikitpun.


Dari video viral seorang laki-laki yang menyentuh langsung cairan besi panas dengan tangan langsung, bagaimana  hal itu bisa , kenapa tanganya ga terbakar ?  banyak yang mengira video ini hoax namun hal tersebut bisa dilakukan dengan penjelasan ilmiah, namu jika kmu yang belum ahli sangat dilarang melakukanya sendiri.



Dia menyentuh besi cair tersebut dengan cepat atau waktu yang sangat singkat,  kelembaban pada kulitnya langsung mendidih, membentuk lapisan pelindung pada kulitnya dan menghentikannya dari menyentuh logam cair secara langsung. Jika dia melakukanya sdedikit lebih lama maka akbat sangat sangat Fatal, tanganya akan langsung meleleh sangat sangat berbahaya untuk dilakukan.
DONT TRY THIS AT HOME




Penemuan Situs Purbakala di Garut Berumur 3000 Tahun Sebelum Masehi






Garut- Kompleks bebatuan unik bersusun mirip di situs Gunung Padang Cianjur ditemukan di Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang selatan Kabupaten Garut baru-baru ini diduga merupakan hasil karya manusia zaman purba dibuat setidaknya sekitar 3.000 tahun sebelum masehi (SM).

Komplek Batu Raden disebut-sebut berpotensi sebagai situs megalitikum memiliki punden berundak yang luasnya melebihi situs Gunung Padang yang memiliki luas bagian permukaan sekitar 900 m2.

“Hasil analisa sementara, batu ini bukan hasil alam, tapi hasil tangan manusia. Ini berdasarkan penelitian TIM MARI (Masyarakat Arkeologi Indonesia) dari Bandung kemarin. Tampaknya, memang perlu penelitian lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut Cecep Saeful Rahmat, Selasa (18/7/17).

Camat Bungbulang Heri Hermawan berpendapat komplek Batu Raden belum bisa diputuskan sebagai situs purbakala, atau lainnya.

"Harus berdasarkan kajian pihak berkompeten, dan saat ini sedang diupayakan untuk itu," ujarnya.

Berbeda dengan dikemukakan Koordinator Tim Paguyuban Jagaraksa Karuhun asal Bungbulang Anwar Sodik yang mendampingi Tim MARI selama penelusuran lapangan.

Sodik menuturkan, berdasarkan hasil penelusuran dilakukan Tim MARI termasuk di dalamnya Tim Geologi Universitas Padjajaran, dan Tim Peneliti Kebudayaan yang berpengalaman melakukan penelitian di situs Gunung Padang Cianjur, pada kompleks Batu Raden ditemukan fakta-fakta baru lebih kaya dibandingkan situs Gunung Padang.

Situs Batu Raden yang berada sekitar 300 meter di atas permukaan laut berjarak sekitar 3-4 kilometer dari pantai selatan Cijayana Mekarmukti Garut itu diduga memiliki luas areal mencapai 24.000 hektare meliputi empat desa, termasuk wilayah Desa Margalaksana Kecamatan Bungbulang, dan Desa/Kecamatan Mekarmukti.

Selain bebatuan berbentuk balok/pancang/tiang berbagai ukuran, serta batu bundar bersusun disebut batu susun, di komplek Batu Raden juga ditemukan batu berlapis disebut batu belang, atau batu sisik karena bentuknya persis sisik ikan.

Batu susun ditemukan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikawung dengan ketinggian dinding berkisar 50 meter hingga 70 meter. Berjarak sekitar 1,2 kilometer dari sana ditemukan dinding batu belang, atau batu sisik berketinggian 70 meter hingga 90 meter dengan bagian dinding baru tersingkap dari sebelumnya tertutup tetumbuhan sepanjang 300 meter.

Di bagian bawahnya terdapat tumpukan batu susun masuk kawasan Leuweung (hutan) Raden. Batu pancang/tiang sendiri ditemukan sedikitnya di 30 titik.

Pada masing-masing dinding batu mulai bagian bawah hingga puncak terdapat semacam undakan, mirip situs-situs punden berundak mirip di kawasan situs cagar budaya punden berundak Batu Lulumpang Cimareme Banyuresmi Garut, dan daerah lainnya, termasuk situs Gunung Padang.

“Dinding-dindingnya itu selain berundak, juga terdapat beberapa lubang semacam tempat berpijak untuk menaiki dinding batu. Ini menguatkan dugaan para ahli kemarin bahwa Batu Raden ini merupakan buatan manusia, bukan bentukan alam. Kalaupun ini bentukan alam, namun tetap ada keterlibatan perlakuan manusia di dalamnya. Makanya komplek Batu Raden ini pun layak disebut situs budaya, atau situs prasejarah,” kata Sodiq disertai Pamager Luar Paguyuban Jagaraksa Karuhun Jajang Sopyan.



Yang lebih menguatkan bila kompleks Batu Raden itu merupakan situs budaya, lanjut Sodik, di sekitar lokasi juga ditemukan dinding batu tulis dengan tulisan diduga berbahasa/aksara Ibrani, salah satunya di Kampung Cibiru Ranca Kawung Desa/Kecamatan Mekarmukti.

Juga, terdapat sejumlah bangunan makam tua misterius berukuran besar dan panjang di lokasi berbeda. Salah satunya makam sepanjang 7 meter dengan lebar 2 meter disebut makam Raden Purba Kawasa di kawasan Leuweung Raden Kampung Cikaso Mekarmukti.

“Yang cukup aneh, pada susunan batu-batu yang ditemukan itu ada semacam lem atau semen yang mengikat satu batu dengan lainnya. Ada dugaan juga jika di balik dinding-dinding batu di situ Batu Raden ini sudah terbangun ruangan-ruangan,” kata Sodiq.

Dengan sejumlah temuan itu, apakah situs Batu Raden akan menjadi situs prasejarah fenomenal paling besar di dunia menggeser situs Gunung Padang yang sebelumnya disebut-sebut situs prasejarah terbesar ?

Semuanya masih menjadi misteri. Berbagai riset dan penelitian masih harus terus dilakukan untuk menemukan fakta-fakta ilmiah terbaru untuk mengungkap apa sebenarnya yang ada di balik Situs Batu Raden ini. [ito]


sumber:inilahkoran.com

Mistery Gambar Raksasa Berumur 2700 Tahun


mozunote.com


Nazca Lines merupakan serangkaian gambar berukuran raksasa yang terdapat di Gurun Nazca, Peru. Gambar-gambar tersebut memiliki ukuran begitu besar sehingga hanya dapat dilihat secara jelas dari udara. Diperkirakan, Gambar-gambar ini dibuat antara tahun 200 SM hingga 700 M.

Nazca Lines memiliki bermacam-macam bentuk. Sebagian merupakan garis-garis lurus panjang dan menyilang satu sama lain. Memang terkesan tidak beraturan, tetapi adanya garis lurus yang sangat panjang di sebuah gurunpun sudah merupakan keunikan tersendiri.

Bukan hanya itu, yang lebih menakjubkan lagi, beberapa sketsa Nazca Lines merupakan gambar-gambar yang memiliki bentuk serta presisi yang luar biasa.

Sebagian dari gambar tersebut berbentuk sketsa bangunan geometrik. Namun yang paling terkenal dari semuanya adalah gambar-gambar hewan, di antaranya : laba-laba (45 meter), monyet (55 meter), burung Condor (140 meter), kadal (180 meter), burung kolibri (50 meter), paus (65 meter), dan yang terbesar, burung bangau (270 meter). Total area yang meliputi seluruh Nazca Lines terbentang hingga seluas 500 kilometer persegi.


Keunikan lain dari Nazca Lines adalah, sketsa-sketsa raksasa tersebut tidak hanya terdapat di tanah yang datar, tetapi juga di daerah perbukitan. Contohnya bisa dilihat di foto citra satelit di bawah ini. Citra ini pertama kali ditemukan oleh peneliti Jepang dan menunjukkan adanya Nazca Lines di daerah yang sama sekali tidak landai.


Dengan ukuran yang luar biasa besar dan presisi yang luar biasa, sepertinya hampir mustahil garis-garis ini hanya dibuat dengan peralatan yang primitif. Misteri inilah yang masih menyisakan teka-teki bagi para peneliti, memberikan ruang kepada mereka untuk berspekulasi.

Jim Woodman misalnya, mengatakan bahwa Nazca Lines dibuat oleh penduduk setempat dengan menggunakan bantuan balon untuk melihat gambar dari udara. Teori ini mendapat banyak kritikan karena kurangnya bukti seperti adanya sisa-sisa balon udara di sekitar Nazca Lines. Woodman sepertinya masih mengikuti cara berpikir modern yang mengisyaratkan perlunya pandangan dari udara untuk membuat garis itu.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Nazca Lines kemungkinan besar dibuat oleh penduduk setempat hanya dengan peralatan sederhana tanpa bantuan penglihatan dari udara.

Adalah Joe Nickell, seorang peneliti dari University of Kentucky yang pertama kali menemukan adanya batang kayu di sekitar lokasi Nazca Lines. Dari analisis karbon yang dilakukan, diketahui bahwa batang kayu tersebut berumur sama dengan gambar-gambar raksasa di Nazca Lines.

Joe Nickell kemudian mencoba untuk membuat tiruan sketsa Nazca Lines. Ternyata, dengan peralatan yang sederhana dan perencanaan yang matang, sebuah tim kecil dapat membuat gambar yang paling besar sekalipun hanya dalam hitungan hari. Caranya sangat sederhana, yaitu dengan menyingkirkan lapisan kerikil yang menutupi Gurun Nazca.

Kerikil dan batu yang terdapat di Gurun Nazca memiliki kandungan oksida besi yang membuat daratan di sana terlihat agak gelap. Ketika lapisan kerikil tersebut diangkat, maka lapisan tanah di bawahnya yang berwarna kontras akan memberikan kesan garis/gambar.



Lalu, jika dibuat hanya dengan menyingkirkan kerikil, mengapa Nazca Lines bisa bertahan begitu lama ? Jawabannya adalah karena kondisi Gurun Nazca yang kering, hampir tidak berangin, dan memiliki cuaca konstan sepanjang tahun.

Jika cara dibuatnya Nazca Lines sudah mulai menemukan titik terang, maka yang masih menjadi misteri adalah tujuan dibuatnya sketsa-sketsa raksasa itu.

Ada beberapa teori yang diajukan para ilmuwan mengenai tujuan pembuatan Nazca Lines. Salah satu teori yang mungkin paling terkenal (walaupun juga paling diragukan kebenarannya) diajukan oleh Erich von Daniken.

Dalam bukunya yang berjudul Chariots of the Gods, penulis Swiss tersebut mengatakan bahwa Nazca Lines merupakan tempat mendaratnya pesawat alien. Sketsa gambar yang ada merupakan ‘sinyal’, sedangkan garis-garis lurus yang terbentuk di sekitarnya merupakan ‘landasan’.


Namun, teori ini mendapat banyak kritikan karena tidak didasarkan atas bukti arkeologis yang kuat.

Peneliti lain bernama Robert Bast menduga bahwa Nazca Lines dibuat sebagai monumen untuk mengenang banjir besar yang pernah melanda kawasan tersebut. Ini terlihat dari gambar-gambar hewan yang terlihat seperti kumpulan mayat.

Lalu, ada lagi Michael Coe yang menyatakan bahwa Nazca Lines dibuat sebagai tempat diselenggarakannya ritual. Lalu ada Maria Reiche yang mengatakan bahwa gambar-gambar raksasa tersebut merupakan gambaran konstelasi bintang seperti Orion dan Ursa Mayor. Yang lain mengatakan bahwa sketsa Nazca Lines merupakan ‘pesan dalam botol’ (message in the bottle) yang ingin disampaikan ke generasi selanjutnya. Dan sebagian lagi mengatakan, gambar-gambar Nazca Lines dibuat penduduk Nazca agar para dewa dapat melihat mereka dari atas.

Walaupun tujuan pembuatan Garis Nazca masih menjadi misteri, namun ada satu hal menarik mengenai wilayah ini, yaitu ditemukannya sebuah kota bernama Cahuachi di sebelah selatan kawasan Nazca Lines.


Kota ini diperkirakan dibangun hampir 2.000 tahun yang lalu, namun ditinggalkan 500 tahun kemudian karena berbagai bencana alam yang terjadi. Sebelum meninggalkan kota tersebut, penduduk setempat menutupinya dengan pasir sehingga Cahuachi menjadi kota yang tersembunyi.

Para peneliti yang mengeksplorasi Cahuachi menemukan bahwa kota tersebut memiliki peradaban yang tinggi. Ini terlihat dari lukisan-lukisan di artefaknya serta penemuan mumi-mumi manusia. Kajian lebih jauh atas Cahuachi diharapkan dapat memberikan petunjuk yang lebih jelas tentang Nazca Lines.

Saat ini Nazca Lines sudah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu Daftar Warisan Dunia (World Heritage Site). Namun sayangnya, keberadaan kawasan tersebut terancam oleh perubahan cuaca dunia serta polusi dan penebangan hutan liar di daerah sekitarnya. Dengan kedalaman garis yang hanya 10 hingga 30 cm, Nazca Lines bisa tersapu bersih jika terjadi hujan deras.









enigmablogger.com

Mistery Pohon Purba Sebesar Gunung

Mistery Pohon Purba Sebesar Gunung


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak sekali gunung didalam yang kebanyakan gunung berapi.  Gunung adalah suatu bentuk permukaan tanah yang letaknya jauh lebih tinggi daripada tanah-tanah di daerah sekitarnya. Gunung pada umumnya lebih besar dibandingkan dengan bukit,biasanya lebih tinggi dari 600m.

Terdapat tiga jenis tipe utama dari gunung. Gunung api, gunung lipatan, dan gunung patahan.Ketiga tipe ini terbentuk dari lempeng tektonik ketika bagian dari kerak bumi bergerak, roboh dan tenggelam. Tenaga endogen, pengangkatan isotasi dan intrusi magma mengangkat lapisan batuan ke atas dan membentuk sebuah dataran yang lebih tinggi dari dataran sekitar. Ketinggian dari pengangkatan ini membentuk bukit, jika bukitnya lebih tinggi dan lebih curam maka terbentuklah gunung. Pegunungan utama cenderung terbentuk dalam garis panjang yang menandakan batas dan aktivitas sebuah lempeng tektonik.

Dari pengertian dari wikipedia diatas jelas lah penyebab terjadinya sebuah gunung itu adalah karena magma, lipatan dan patahan lapisan bumi, namun hal tersebut masih belum mejelaskan beberapagunung misterius yang ada dibelahan bumi ini.

Disamping ke 3 hal penyebab terbentuk nya gunung, ada sat lagi teori mengatakan bahwan gunung terbentuk dari bekas pohon tumbang Super Raksasa yang telah memfosil beratus ribu atau jutaaan tahun silam. mungkin teori ini terdengar tidak masuk akal, namun coba lihat penjelas dibawah ini;


Bukit atau Gunung Devils Tower Terletak di  Hulett dan Sundance di Crook County, sebagian timur laut Wyoming, Gunung ini tidak hanya tinggi tapi juga sangat lebar. Puncaknya sekitar 180 kaki dengan jarak 300 kaki, kira-kira seukuran lapangan sepak bola  dan keliling basisnya sekitar 1 mil. gunung ini persis dengan sebuah tunggul pohon klo kita perhatikan dengan seksama.



Mistery Pohon Purba Sebesar Gunung

Perhatikan dinding gunung tersebut yang berbentuk hexagonal memanjang dari atas sampai bawah persis seperti cel pepohonan.




ini adalahgambar dari cel pepohonan modern dimana cell nya berbentuk hexagonal persis sama dengan gunung tersebut.


Mungkin ada yang mengatakan klo itu hanya akibat dari pengaruh lahar gunung berapi, namun coba kita bandingkan dengan gambar berikut, lahar gunung berapi berbentuk acak tidak teratur seperti cel dalam pohon. hampir tidak mungkin gunung sebesar itu berbentuk seperti itu selaras seluruh tubuhnya. jadi teori akibat dari lahar kemungkinan tidak tepat.


Gunugn Pohon Raksasa tidak hanya berada di amerika saja, namu hampir diseluruh dunia terdapat tanda bekas keberadaanya, kemungkinan bumi kita ini dulunya ada sebuah Hutan Raksasa yang terdapat Pohon Pohon Raksasa menjulang Ratusan meter dimana sekarang hanya terdapat pohon pohon kecil saja.







Lihatlah semuanya terbentuk secara sinergi dan teratur berbentuk hexagonal persis seperti cel pepohonan, namun dengan ukuran yang sangat raksasa.

Kemudian yang jadi pertanyaan besar kita adalah:


  1. Bagaimanakah bentuk bumi dijaman dahulu kala ketika pohon-pohon tersebut masih hidup.?
  2. Apa yang membuat pohon tersebut hancur atau terpotong sehingga potongan pohon tersebut cukup rapih seperti dipotong oleh gergaji dijaman sekarang.
  3. Alat apa yang dipakai untuk memotong nya ?
  4. Pohon yang sudah jutaan tahun umurnya ini knapa bisa musnah dan tidak ada lagi dijaman sekarang?


Benar benar sebuah Mistery bukan ?

Apa yang kita ketahui dari bumi ini sangat SEDIKIT, banyak rahasia dan Mistery yangdisembunyikan oleh para pemimpin dunia agar masyarakat tidak panik atau demi kepentingan segelitntir orang saja, namun sebuah kebenaran harus lah dibukakan.

Pohon yang mempunyai tinggi sampai kiloan meter akan membuat bumi kita menjadi sangat berbeda, Sedang saat ini Pohon tertinggi didunia dengan umur 2 ribuan tahun saja sudah sangat langka .

Coba bandingan tunggul pohon hasil tebangan berikut ini dengan gunung pohon yang ada diberbagai belahan dunia ini;







 Dengan demikian kesimpulanya adalah gunung yang ada di jaman sekarang tidak hanya terbentuk akibat aktifitas magma saja, namun juga terbentuk dari bekas Pohon Raksasa masalalu yang memfosil dan membatu membentuk sebuah gunung.

Akhir kata ayo kita selamatkan Pohon dan bumi kita demi generasi selanjutnya.